Rabu, 09 Januari 2013

Pelangi di Meja


Meja makan biasanya tampil sederhana karena konsentrasi tertuju pada makanan dan aktivitas di atas meja. Tidak heran bila kreasi meja makan lebih banyak pada bentuknya. Tampilan berbeda akan muncul jika mendapat tambahan taplak, bunga, berbagai peralatan makan, atau aksesori lain. Jika sesekali meja makan tampil berbeda dengan semburat warna dari dalam permukaan, tentu akan menjadi kejutan.

Meja dengan lampu di bagian dalam biasanya digunakan untuk meja gambar. Meja kerja bagian reproduksi di percetakan juga memerlukan meja seperti itu. Daun meja terbuat dari bahan akrilik atau kaca tebal. Di bawahnya terdapat rongga cukup luas untuk lampu. Sinar lampu yang muncul dari bawah permukaan meja membantu para drafter meyelesaikan pekerjaannya.

Jika diaplikasikan untuk meja makan atau meja di ruang tamu, prinsip yang digunakan sama. Permukaan meja sebaik-baiknya dari bahan akrilik supaya sinar lampu dari bagian bawah tidak menyilaukan. Permukaan buram akrilik justru sekaligus sebagai peredam sinar yang terlalu kuat.

Lampu dekoratif penting untuk mempercantik ruang dan menghidupkan suasana karena lebih kaya detail. Akan tetapi, sebaiknya tidak digunakan untuk penerangan sehari-hari karena rata-rata menggunakan lampu pijar yang boros energi. Nyalakan bila memang diperlukan. Jika tidak, meja tetap tampil seperti meja makan biasa.

Pasang beberapa lampu dengan warna berbeda dan lihat hasilanya. Permukaan meja seperti pelangi yang membaur. Jika menggunakan kaca bening sinarnya akan menyilaukan. Bisa juga memakai kaca sand blast untuk meredam sinar. Akan tetapi, kaca sand blast suit dibersihkan bila kena tumpahan minyak atau makanan di atas meja.

Sumber: Harian Surya ‘GRIYA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar